Kalah Dari Barito Putera,Pelatih Persija Jakarta Merasa Di Kerjain Wasit
Agent Berita Bola Online Persija – Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco menyebutkan ada andil wasit yang menyebabkan timnya kalah dari Barito Putera. Bertanding di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Rabu 30/5/2018, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut tumbang 1-2.
Gol pertama Barito Putera yang dicetak Dandi Maulana dan berasal dari sepakan bebas Rizky Rizaldi Pora dinilai Stefano Cugurra Teco tidak seharusnya terjadi. Pasalnya, arsitek asal Brasil tersebut menganggap wasit Djumadi Effendi dari Jawa Timur melakukan keputusan keliru.
Stefano Cugurra Teco menganggap Rohit Chand tidak melakukan pelanggaran yang berbuah tendangan bebas untuk Barito Putera. Meski tidak memprotes keputusan wasit Djumadi secara gamblang, pelatih berusia 43 tahun tersebut tetap kecewa.
Di babak pertama, gol pertama Barito Putera, tidak pelanggaran, Rohit Chand tidak melanggar. Tapi wasit dia kasih pelanggaran, terus kita hilang konsentrasi waktu bola mati. Dia cetak gol. 1-0, ujar Stefano Cugurra Teco pada konferensi pers setelah pertandingan Bolataruhan88.
Usai ketinggalan 0-1, Persija kembali lengah. Alhasil, Paulo Sitanggang berhasil menggandakan kedudukan Barito Putera. Ismed Sofyan dan kawan-kawan hanya mampu memperkecil kedudukan lewat Marko Simic di masa perpanjangan waktu.
Pemain Persija tetap kerja keras walau telah ketinggalan 0-2 dari Barito Putera. Kita kerja keras tapi karena faktor sedikit, kita kalah di sini, imbuh Stefano Cugurra Teco..
Teco juga menyoroti kepemimpinan wasit Djumadi yang tidak memberikan timnya hadiah penalti kala pemain Barito Putera menyentuh bola dengan tangan di kotak 16 pas. Itu berarti, ada dua keputusan pengadil pertandingan yang diprotes Persija.
Mungkin ada satu bola di area Barito Putera, hand ball, tapi tidak dikasih penalti, tutur Stefano Cugurra Teco.
Stefano Cugurra Teco tidak ingin anak buahnya terlalu lama termenung dengan kekalahan dari Barito Putera. Sebab, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut telah ditunggu Persebaya Surabaya pada 3 Juni 2018.
Kita fokus ke pertandingan ke depan, sudah dekat, lawan Persebaya Surabaya. Kita harus istirahat, fokus lawan Persebaya Surabaya, kata arsitek berusia 43 tahun itu.

Komentar
Posting Komentar