Bandar Piala Dunia – Evan Dimas Yang Tersisih Karena Strategi Dari Luis Milla
Bandar Piala Dunia – Mungkinkah Evan Dimas kini mulai tersisih dari rancangan tim utama Timnas U-23 Indonesia besutan Luis Milla, Garuda Muda telah menjalani 7 pertandingan internasional sepanjang 2018 sebagai persiapan menuju Asian Games.
Salah satu masalah yang jadi sorotan dari tim ini tak lain soal kesulitan mencetak gol Timnas U-23 Indonesia hanya mengemas 5 gol. Itu pun dengan catatan bahwa gol tersebut tercipta dalam 3 pertandingan, yakni melawan Singapura 3, Thailand, dan Korea Selatan.
Minimnya gol ini bukan karena Timnas U-23 Indonesia tak mampu menciptakan peluang Saat melawan Korea Selatan di partai pamungkas misalnya, sebagaimana dilansir Bolataruhan88, Garuda Muda melepas 18 tembakan kendati hanya membukukan penguasaan bola di level 38 persen.
Rentetan aksi melawan tim muda Taeguk Warriors ini di satu sisi merupakan peningkatan sebab rataan tembakan Timnas U-23 Indonesia pada 6 partai internasional sebelumnya hanya ada di angka 9,8 shot per pertandingan.
Boleh jadi inilah yang akan membuat pelatih Luis Milla semakin yakin dengan keputusannya mengorbankan Evan Dimas. Pemain muda Selangor FA yang disebut terakhir ini hanya sekali menjadi starter Timnas U-23 Indonesia sepanjang 2018.
Evan Dimas tampil sejak sepak mula laga melawan Bahrain di PSSI Anniversary Cup. Selebihnya, pemain asal Surabaya tersebut cuma bermain 19 menit melawan Korea Utara dan 8 menit di laga kontra Uzbekistan.
Itu pun dengan catatan bahwa Evan Dimas dimainkan di belakang striker saat menghadapi Bahrain, bukan pada posisi aslinya di pos gelandang bertahan ganda dalam skema 4-2-3-1.
Evan Dimas ketika itu terlihat betul tidak nyaman bermain pada posisi barunya dan gagal menjadi sumber kreativitas Garuda Muda.
Luis Milla belakangan lebih memercayai Zulfiandi, yang punya atribut defensif lebih oke dibanding Evan Dimas, sebagai pendamping M. Hargianto untuk memutus serangan lawan.
Hal ini boleh jadi disiapkan karena Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi lawan-lawan kuat di Asian Games. Luis Milla juga sudah memberi sinyal soal gaya bermain tim besutannya di Asian Games nanti.
Kami tidak bisa memakai konsep yang sama melawan tim kuat dan lemah. Kalau bermain dengan tim level tinggi, kami berusaha agar mereka tidak nyaman. Tetapi bila bertemu tim di bawah, pemain akan bersemangat untuk menyerang, kata Luis Milla.

Komentar
Posting Komentar