Bandar Piala Dunia - Mario Gotze Pernah Tidak Suka Dengan Pep


Bandar Piala Dunia  - Rasa hormat Mario Gotze kepada Pep Guardiola, tidak bisa menghapus kenangan tidak mengenakkan sang pemain.Mario Goetze menyatakan bahwa dirinya mengagumi sosok pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kendati dirinya tidak memungkiri bahwa telah mengalami masa yang tidak harmonis kala dilatih di Bayern Muenchen. Gotze menyatakan pernah sedikit bercekcok dengan Pep pada saat di Munchen.

Goetze memang menjadi rekrutan pertama pada musim perdana Guardiola menangani Bayern Muenchen, 2013 silam.Akan tetapi, tiga gelar yang berhasil Goetze sabet bersama Guardiola pada awal musim, tidak menjadikannya mampu menampilkan performa terbaik ketika dipaksa dimainkan di posisi sayap.Gotze yang diposisikan oleh Guardiola di sayap,yang mestinya bukan posisi terbaik Gotze.Sedangkan posisi natural pemain 26 tahun itu adalah gelandang serang. Gotze adalah gelandang serang yang berbahaya jika diletakkan di posisi tersebut,

namun Guardiola berpikir berbeda,Gotze yang bermain selama tiga musim bersama Bayern Munchen tersebut diletakkan di posisi sayap kiri,posisi tersebut membuatnya harus mengolah bola lebih banyak dibandingkan passing.

Dirinya pun membeberkan ketidakcocokannya kepada sang pelatih 47 tahun, meski dirinya mengapresiasi rekam jejak eks pelatih Barcelona tersebut. Namun Gotze tidak begitu setuju dengan posisi dirinya ditempatkan.

"Secara teknis Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terbaik, dia memiliki kompetensi yang kaya," kata Goetze dalam film dokumenter "Being Mario Gotze" produksi DAZN, dilansir Bolataruhan88 dari laman Goal.

"Tapi saya rasa dia hanya berpikir pada satu sisi,dirinya memikirkan sesuatu sendiri, tanpa memperhatikan pendapat orang-orang di sekelilingnya," tutur Goetze menambahkan.

Pemain kelahiran 1992 tersebut juga menyatakan bahwa Guardiola adalah pria yang kurang memiliki empati. Gotze mengatakan hal tersebut adalah menurut pendapat dirinya pasca Gotze menjalani musim di Bayern bersama Guardiola.

Suatu keadaan yang kontras dengan yang dirinya rasakan bersama Juergen Klopp di Borussia Dortmund sebelumnya. Sebab, Klopp sudah dianggapnya seperti bapak.

"Pep benar-benar berbeda. Saya pikir pelatih kelas dunia juga butuh empati, setiap atlet juga manusia, dan Anda harus menjadi keduanya (manusia dan seorang profesional)," ujar Goetze.

Komentar