Situs Judi Online Terpercaya – Tidak Heran Ronaldo Marah, Ternyata Pelampiasan Dendam 8 Tahun



Situs Judi Online Terpercaya – Meski berhasil menahan imbang lawan dan memberikan Portugal tiket lolos ke 16 besar ke Piala 2018, Cristiano Ronaldo tampak marah usai laga melawan Iran Cristianp Ronaldo meninggalkan lapangan dengan ekspresi marah, bahkan tidak berbicara dengan rekan setimnya.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, pun menjelaskan alasannya Saya mengerti, itu normal, ucapnya sebagaimana dilansir Bolataruhan88 dari Sky Sport Pemain terbaik dunia mengalami hal tersebut ketika mereka memiliki kesempatan dan tidak bisa mewujudkannya. Hal itu sangat menyakitkan, jauh lebih menyakitkan bagi mereka daripada pemain lain, lanjutnya.

Fernando Santos juga mengatakan bahwa para pemain terbaik dunia selalu ingin menang, mereka ingin menjadi terbaik, dan ketika mereka gagal, mereka sangat kesal Malam tersebut memang bisa dibilang malam yang buruk bagi Cristiano Ronaldo.

Pemain berusia 33 tahun tersebut gagal mengeksekusi penalti dan nyaris mendapatkan kartu merah Namun rupanya ada alasan yang jauh lebih personal mengapa Cristiano Ronaldo sangat ingin memenangkan laga tersebut Hal ini dikarenakan pertandingan tersbut merupakan pertemuan kembali Cristiano Ronaldo dengan pelatih Iran, Carlos Queiroz.

Awalnya Carlos Queiroz merupakan orang yang sangat dekat dengan Ronaldo saat berada di Manchester United dan Timnas Portugal, sebelum hubungan keduanya berubah sangat buruk Carlos Queiroz dan Sir Alex Ferguson dikenal dekat dengan dengan Cristiano Ronaldo di Old Trafford ketika sang bintang kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Manchester dan kehilangan sang ayah tak lama kemudian.

Carlos Queiroz merawat Cristiano Ronaldo, sebagaiamana yang anda harapkan ketika ada seorang anak muda kehilangan seorang ayah. Jika Cristiano Ronaldo tak bisa meminta bantuan dari Carlos Ferguson Queiroz, pada siapa lagi ia dapat menminta bantuan? tulis Sir Alex dalam Biografinya pada 2013 Mereka amat dekat hingga striker Manchester United, Ruud van Nistelrooy, bahkan menyebut Carlos Queiroz sebagai ayah Cristiano Ronaldo.

Namun hubungan mereka memburuk ketika keduanya berkerja sama di Timnas Portugal Cristiano Ronaldo membenci strategi pertahanan Queriroz, dan Cristiano Ronaldo hanya mampu mencetak 1 gol untuk Portugal dalam 16 bulan jelang Piala Dunia 2010.

Setelah kekalahan menyakitkan melawan Spanyol di babak 16 besar, Cristiano Ronaldo mengatakan dengan ketus pada wartawan Tanya Carlos Queiroz ketika ditanya mengenai alasan kekalahan Portugal.

Keduanya tidak berbicara setelah laga tersebut dan Carlos Queiroz mengakui secara terang-terangan bahwa dia tidak menyukai komentar Cristiano Ronaldo Inilah alasan tensi tinggi yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo dalam laga tersebut.

Terlebih lagi, kala wasit memberikan kartu kuning pada Cristiano Ronaldo setelah menyikut Morteza Pouraliganji, Carlos Queiroz dengan berapi-api meminta kartu merah pada wasit Iran sendiri terdepak dari Piala Dunia setelah laga ini, sementara Portugal mengamankan tiket ke 16 besar dengan meraih posisi kedua grup B di bawah Spanyol.

Komentar